Jumat, 18 April 2014

Analisis Kualitas Tanah



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Landasan Teori
Tanah merupakan bagian tertipis dari seluruh lapisan bumi, tetapi pengaruhnya terhadap kehidupan sangat besar. Hubungan antara tanah dan mahluk hidup diatasnya sangat erat. Tanah menyediakan berbagai sumber daya yang berguna bagi kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya. Selain itu, tanah juga merupakan habitat alami bagi manusia dan mahluk hidup lainya. Oleh karena itu sudah selayaknya manusia memelihara kualitas tanah agar hidupnya sejahtra.
Lapisan teratas suatu penampang tanah biasanya mengandung banyak bahan organic dan berwarna gelap karena akumulasi bahan organik. Tetapi jenis dan jumlah zat organic yang ada di dalam tanahsangat tergantung dari suhu, oxygen dan bahan organik di sekitarnya. Didaerah tropis, dimana temperature cukup tinggi, proses penguraian bahan organic dapat berjalan lebih cepat dan apabila garam-garam hasil penguraian bahan organik dapat berjalan lebih cepat dan apabila garam-garam hasil penguraian ini dapat mudah masuk ke lapisan yang lebih dalam, maka tanah di area sedemikian menjadi cepat tidak subur.
Kelangsungan hidup manusi di antaranya tergantung dari tanah dan sebaliknya tanahpun memerlukan perlindungan manusia untuk eksistensinya sebagai tanah yang memiliki fungsinya.
Kegiatan manusia seperti perusakan hutan, perladangan berpindah-pindah dan penggalian lahan secara besar-besaran sangat mempengaruhi kondisi tanah. Di samping itu tanah yang ter kontaminasi dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran air tanah. Bila ini tidak di batasi dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan tanah yang pada akhirnya akan menimbulkan bencana bagi manusia. 
Kualitas tanah meliputi kualitas tanah secara fisika, kimia dan biologi. Ketiga hal tersebut memiliki parameter  masing-masing dan tidak dapat terpisahkan satu sama lain serta saling mempengaruhi. Parameter sifat fisik yang menentukan kualitas tanah antara lain, tekstur, struktur, stabilitas agregat, kemampuan tanah menahan dan meloloskan lain serta ketahanan tanah terhadap erosi dan lain sebagainya. Lalu parameter kimia yang mempengaruhi kualitas taah adalah, ketersediaan unsure hara, KTK, KTA, pH, ada tidaknya zat pencemar, dan lain sebagainya. Sedangkan parameter biologi yang menentukan kualitas tanah anatara lain jumlah dan jenis mikrobia yang ada dan beraktivitas di dalam tanah.
Setiap parameter memiliki peranan tersendiri dalam menentukan kualitas tanah. Dalam pertanian kualitas tanah tentunya berhubungan dengan pertumbuhan dan produksi tanaman. Setiap parameter dapat berpengaruh pada ketersediaan unsure hara, ketersediaan air, keleluasaan akar untuk tumbuh, dan reaksi serta interaksi antara tanaman dengan faktor biotic dan abiotik dalam ekosistem.
Oleh karena itu dalam mengetahui serta mengkelaskan kualitas tanah, maka parameter fisik kimia dan biologi tanah harus diuji lebih dahulu. dengan menguji kualitas dari setiap parameter tersebut, maka kualitas tanah dapat diketahui secara menyeluruh. Hal ini karena untuk menentukan tingkat kualitas tanah, parameter fisik, kimia dan biologi tidak dapat dipisahkan satu sama lain.















BAB II
DESKRIPSI KERJA
A.    Alat Dan Cara Kerja
1.      Alat
1.                  Alat penggali (cangkul)
2.                  Meteran kecil
3.                  Buku dan Balpoin untuk menulis hal-hal yang pentig dalam proses praktek
4.                  Kantong pelastik kecil untuk tempat penyimpanan sampel tanah yang telah di lakukan penggalian
5.                  Kamera untuk mengambil gambar sebelum dan sesudah penelitian (dokumentasi)
2.      Waktu/lokasi Praktek
Praktek di lakukan pada waktu 16.00 wit s/d 117.00 di lokasi PERDOS Lrg. BSB  Kendari
3.      Cara Kerja
Survai lapangan terlebi dahulu sebelum melakukan penelitian. Kemudian tentukan letak untuk pengambilan sampel tanah dengan menggunakan cangkul kemudian penggalian sedalam 28cm untuk mengetahui ukuranya pas atau tidak sebaiknya menggunakan meter sesuai dengan prosedur dan ukuran yang di tentukan. Selanjutnya jarak antara titik sampel satu dan dua sekitar 100 M begitu pula jarak titik sampel dua dan tiga memerlukan jarak 100 M untuk melakukan penggalian atau pengambilan sampel tanah yang akan di teliti oleh mahasiswa yang yang melakukan penelitian. Kemudian proses penggalian titik sampel yang akan di ambil atau di analisis adalah sebagai berikut:
·         Tahap awal penggalian dengan menggunaka cangkul
·         Tahap kedua proses pengukuran hingga mencapai 28cm kedalaman tanah
·         Tahap ketiga adalah proses pengambilan sampel tanah yang telah mencapai 20 cm ke dalamanya untuk di teliti
·         Tahap ke empat adalah memasukkan sampel tanah dari titik penggalian ke dalam wadah atau pelastik.


BAB III
PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan Dan Percobaan
Dari hasil praktikum di atas kita dapat melakukan penelitian/analisis tanah dengan sederhana. Dengan menggunakan analisa untuk mengetahui apakah tanah tersebut tercemar atau tidak, serta mengetahui keadaan parameter fisi tanah, keadaan parameter kimia tanah serta keadaan parameter biologis tanah.
 Pengambilan titik sampel pertama, dan titik sampel pengambilan tanah ketiga memiliki tingkat kesuburan tanah yang baik, sehingga tanah tersebut belum terdapat alat atau bahan-bahan pencemar, dan di sekitar pengambilan sampel tanah juga terbukti kesuburan tanah dengan  banyaknya tumbu-tumbuhan yang hidup danterdapat disekitar tanah. Saat penggalian tanah di bagian titik peratama dan ke tiga tardapat mikro biologis semacam cacing dan sejenisnya yang mendukung kesuburan tanah yang kami analisis, rata-rata tanah atau sampel tanah yang kami dapat kan berwarna coklat, namun ada juga tanah lapisan pertama berwarnah coklat, lapisan kedua berwarna kuning keemasan, dan lapisan ke tiga berwarna coklat tanah ini terdapat di titik sampel pertama. pada titik sampel ke dua dan ke tiga tanah jenis dan tekstur tanah yang kami dapatkan/temukan saat melakukan penelitian ber pasir. Pada titik sampel tanah ke dua terdapat sampah – sampah plastik seperti kantung , botol – botol aqua dll yang tidak dapat di urai oleh tanah. Walaupun tempat kami melakukan penelitian bias tergolong perkampungan tetapi masyarakatnya sadar akan kebersihan lingkungan atau tempat tinggal mereka dimana mereka mengumpulkan sampah pelastik seperti bekas gelas akua. Dan berada di titik sampel ke dua mereka tidak membakarnya mlainkan mereka mengumpulkannya dalam satu tempat, kami sangat menggagumi kesadaran masyarakat di sana yang masih sangat peduli dengan lingkungan dan bahaya dampak dari membuang sampah di sembarang tempat seperti kita lihat gambar di bawah ini dimana hasil dokumentasi kami.





1.1  gambar : Tempat pembuangan sampah di titik pertama

1.2  Gambar : sampel tanah titik kedua
 





B.     Standar kualitas tanah
Dari antara sumber daya lingkungan lainya (udara,air), tanah yang paling sulit di tetapkan standarnya. Ini umumnya di sebabkan oleh fakta bahwa tanah memiliki variasi yang sangat besar dalam komposisinya, sehingga mempengaruhi sifat dan efek dari senyawa di dalam tanah. Selain itu, tanah juga biasanya memiliki kapasitas menyangga yang jauh lebih besar dari pada udara dan air. Kapasitas menyangga ini tergantung kepada sifat kimia tanah dan kondisi ambient. Karakteristik dan kondisi tanah yang berbeda juga akan memberikan dampak yang berbeda untuk senyawa kimia yang berbeda.
Hal-hal diatas menyebabkan beberapa kesulitan untuk membuat standar kualitas tanah. Pada Negara-negara maju pembuatan standar kualitas tanah di dasarknan pada beberapa  pendekatan. Pendekatan tersebut di antaranya:
·         Pembuatan standar sesuai dengan fungsi tanah
·         Pembuatan standar dengan referensi dari tanah yang tidak tercemar
·         Pembuatan standar yang beriorentasi pada dampaknya

C.     Penurunan Kualitas Tanah dan Dampaknya
Selain fungsi tanah sebagai penyediaan berbagai sumber daya dan habitat bagi mahluk hidup, tanah juga merupakan reseptor dari sejumlah besar bahan pencemar. Tanah merupakan tempat penampungan berbagai bahan kimia yang berasal dari rembesan penumpukan sampah (landfill), instalasi pengolahan Air limbah, dan sumber-sumber lainya. Dalam beberapa kasus, lahan pertanian yang terkontaminasi pestisida menyebabkan terjadinya penumpukan bahan berbahaya dan beracun di dalam tanah.Tidak berbeda dengan udara dan air, tanahpun dapat mengalami penurunan kualitas tanahnya, tanah tidak dapat lagi memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia secara optimal.
Penurunan kualitas tanah terutama di sebabkan oleh kehadiran bahan-bahan pencemar di tanah. Selai itu, kualitas tanah juga dapat menurun disebabkan oleh erosi. Pada dasarnya erosi dapat menyebabkan merosotnya produktivitas lahan, rusaknya lingkungan, terganggunya keseimbangan ekosistem dan rusaknya lingkungan. Bila keadaan lebih parah lagi aka terbentuk lahan kritis. Erosi menyebabkan tersingkapnya lapisan tanah yang lebih asam, terbentuknya lapisan dengan kandungan aluminium yang lebih tinggi, menurunkan kandungan bahan organik, unsure-unsur hara menjadi lebih rendah dan membentuknya lapisan bawah yang lebih padat.
Beberapa ahli mengemukakan bahwa penurunan kualitas tanah telah memberikan dampak nyata pada kesehatan, seperti dampak dari kekurangan unsure-unsur hara mikro yang terkandung dalam bahan makanan terhadap kesehatan manusia. Salah satu contoh adalah selenium (se) yang bersifat toksin pada dosis tinggi tetapi sangat di butuhkan dalam konsentrasi mikro. Kekurangan unsure mikro ini memberikan efek yang merugikan bagi manusia dan hewan (1).
Adakalanya dampak kesehatan yang terjadi adalah sebagai akibat pemaparan bagan-bahan beracun tidak langsung tetapi melalui air minum, udara atupun rantai makanan,ketika sumber minuman melalui tanah yang terkonta minasi , makan kontaminan akan masuk kedalam air minum. Ketika makanan tumbuh di tanah yang terkontaminasi, kontaminan masuk melalui rantai makanan.
Selain dampak dari kekurangan unsure-unsur hara mikro, tanah juga dapat berfungsi sebagai media penyebar penyakit.Penyakit yang di sebarkan melalui tanah tersebut dapat berupa penyakit menular dan tidak menular. Penyakit yang menular di sebapkan oleh bakteri terutama pembuatan spora seperti bakteri tetanus dan anthrax (7). Penyakit tidak menular umumnya di akibat kan karena kehadiran bahan berbahaya dan beracun di dalam tanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar