BAB I
PENDAHULUAN
I.
LANDASAN TEORI
Air
merupakan komponen yang penting bagi kehidupan. Makhluk hidup dimuka bumi ini
tidak dapat terlepas dari kebutuhan akan air. Namun demikian, air dapat menjadi
malapetaka bilamana tidak tersedia alam kondisi yang benar, baik kualitas
maupun kuantitasnya. Dalam jaringan hidup, air merupakan medium untuk berbagai
reaksi dan proses ekskresi.
Air kita perlukan untuk proses hidup dalam tubuh
kita, tumbuhan dan hewan. Sebagian besar tubuh kita, tumbuhan dan hewan terdiri
atas air. Air juga kita perlukan untuk berbagai keperluan rumah tangga,
pengairan pertanian kita, industri, rekreasi, dan lain-lainnya. 0leh karena itu
air kita perlukan dalam kualitas yang memadai dan dalam waktu yang tepat.
Bumi sering disebut planet
air karena hampir 70 % permukaan bumi ini terdiri dari perairan. Wilayah
daratan hanya 30 % saja. Penyebaran air di bumi meliputi laut , danau sungai yang disebut sebagai air permukaan, dan sebagian lagi air
yang terdapat di dalam tanah yang
dikenal dengan air dalam tanah. Ketika
kita menggali sumur pada kedalaman
tertentu akan ditemukan sumber air. Hal itu sebagai bukti bahwa di dalam
tanah terdapat air. Volume air di bumi tetap karena air bersiklus, dan yang
berubah adalah tempat dan kualitas air. Keberadaan air di bumi sangat diperlukan semua mahluk hidup. Manusia memerlukan air
untuk, berbagai kebutuhan, seperti
memasak, mandi, cuci, minum, industri, pertanian, dan masih banyak lagi yang
lainnya. Hewan memerlukan air minum untuk
hidup sedangkan tanaman memerlukan air untuk
penyerapan bahan makanan dari dalam tanah.
Betapa penting peranan air bagi kehidupan di
bumi ini, tetapi banyak aktivitas manusia yang merugikan bagi ketersediaan air
bersih. Sebagai contoh pabrik, pertanian, rumah tangga, rumah sakit, pada umumnya membuang limbah langsung ke sungai.
Air dapat tercemar karena buangan sampah
padat, buangan bahan kimia, dan kuman. Air yang tercemar sangat
berbahaya bagi kesehatan bila kita mengkonsumsinya. Air merupakan elemen yang sangat
penting dalam kehidupan manusia. Air memiliki berbagai macam fungsi bagi
makhluk hidup, terutama dalam proses metabolisme tubuh. Semua makhluk hidup
memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup
sekaligus bagian penting dalam proses metabolisme. Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air,
tergantung dari ukuran badan. Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia
membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada
tingkat aktivitas, suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya.
Air bersih pada saat ini menjadi barang ekonomi
yang berharga dapat dijual belikan dengan berbagai merek yang kita kenal
seperti aqua, dua tang, dan masih banyak lagi. Kita hidup di negara yang beriklim tropis sehingga
memiliki musim hujan dan musim kemarau.
Pada musim hujan sering terjadi banjir yang besar, kenyataan itu sudah
sering menimbulkan masalah. Pada
musim kemarau di beberapa daerah kekurangan air. Selain masalah banjir dan
kekeringan yang sering terjadi saat ini timbul masalah lain yaitu menurunnya
kualitas air akibat aktivitas manusia. Oleh karena itu manusia dituntut
untuk dapat mengatasi berbagai masalah
tersebut.
Alam telah menyediakan air yang kita butuhkan
dan mampu mendaur ulang, tetapi kerusakan air semakin hari semakin luas karena
akitivitas dan jumlah manusia semakin bertambah. Alam tidak mampu lagi untuk
menyediakan air bersih yang dibutuhkan
manusia. Oleh karena itu harus
diupayakan oleh manusia sendiri untuk melakukan
proses penjernihan atau pengolahan air dengan teknologi.
Dengan teknologi inilah diharapkan manusia dapat memperoleh air bersih
untuk keperluan hidup sehari-hari agar
tercapai hidup sejahtera, sehat, dan air
bersih di muka bumi ini tetap tersedia.
Air merupakan suatu kebutuhan yang
tidak dapat ditinggalkan untuk kehidupan manusia, karena air diperlukan untuk
bermacam-macam kegiatan seperti minum, pertanian, industri, perikanan, dan
rekreasi.
Air
merupakan senyawa kovalen biner yang tersusun dari dua macam atom (H dan O)
dengan rumus molekul H2O. Air adalah suatu senyawa kimia yang
termasuk zat kimia yang dapat dijumpai dalam tiga fasa, yaitu gas, cair dan
padat. Dalam bentuk gas, air terdapat di udara yang sumbernya dari penguapan
air yang ada di darat dan di laut. Dalam bentuk cair, air terdapat di permukaan
bumi dalam jumlah besar yaitu mencapai 97 % dari total ketersediaan air,
sedangkan dalam bentuk padat terdapat sebagai salju dan es abadi sekitar 25 %.
Pada ketiga fasa, secara kimiawi air tidak berubah dan mempunyai rumus H2O.
Air mempunyai daya larut tinggi,
kepadatan dan panas tertentu. Dari kemampuan tersebut air mendukung keberadaan
ekosistem alam di bumi, mendukung kebutuhan manusia dalam berbagai kehidupan
terutama kebutuhan untuk minum.
Air merupakan materi esensial dalam
kehidupan. Bukti-bukti menunjukkan semakin tinggi taraf kehidupan, jumlah
kebutuhan air semakin meningkat. Kebutuhan yang meningkat mendorong pengadaan
sumber air baru, misalnya yang berasal dari air tanah, mengolah dan menawarkan
air laut, maupun mengolah dan menyehatkan kembali sumber air kotor yang telah
tercemar seperti air sungai dan danau. (Winarno, 1986).
Air dapat juga tercemar bakteri yang merugikan
karena bakteri (microorganism) dapat hidup di lingkungan air dan tidak dapat
dilihat secara kasat mata. Bila air tersebut
dikonsumsi secara langsung akan menyebakan sakit perut, muntaber dan lain-lain.
Semua bentuk pencemaran air baik akibat lumpur, sampah, maupun mikroorganisma
adalah masalah yang harus dicarikan solusinya.
Ø Air Bersih
Air bersih adalah salah satu jenis
sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia
untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk
diantaranya adalah sanitasi.
Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum
adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari
sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah
tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri
dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya,
terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.
Berdasarkan
sumbernya, air bersih didapat dari, yaitu :
Ø Sungai
Rata-rata lebih dari
40.000 kilometer kubik air segar diperoleh dari sungai-sungai di dunia. Ketersediaan
ini (sepadan dengan lebih dari 7.000 meter kubik untuk setiap orang) sepintas
terlihat cukup untuk menjamin persediaan yang cukup bagi setiap penduduk,
tetapi kenyataannya air tersebut seringkali tersedia di tempat-tempat yang
tidak tepat. Sebagai contoh air bersih di lembah sungai Amazon walupun
ketersediaannya cukup, lokasinya membuat sumber air ini tidak ekonomis untuk
mengekspor air ke tempat-tempat yang memerlukan.
Ø Curah hujan
Dalam pemanfaatan hujan
sebagai sumber dari air bersih, individu perorangan/ berkelompok/ pemerintah
biasanya membangun bendungan dan tandon air yang mahal untuk menyimpan air
bersih di saat bulan-bulan musim kering dan untuk menekan kerusakan musibah
banjir.
Ø Air permukaan dan air bawah tanah.
Air pemukaan adalah
air yang berada di permukaan tanah dan dapat dengan mudah dilihat oleh mata
kita. Contoh air permukaan seperti laut, sungai, danau, kali, rawa, empang, dan
lain sebagainya. Air permukaan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
a. Perairan Darat
Perairan darat adalah air permukaan yang berada di atas daratan misalnya seperti rawa-rawa, danau, sungai, dan lain sebagainya.
Perairan darat adalah air permukaan yang berada di atas daratan misalnya seperti rawa-rawa, danau, sungai, dan lain sebagainya.
b. Perairan Laut
Perairan laut adalah air permukaan yang berada di lautan luas. Contohnya seperti air laut yang berada di laut.
Perairan laut adalah air permukaan yang berada di lautan luas. Contohnya seperti air laut yang berada di laut.
Air bawah tanah
adalah air yang berada di bawah permukaan tanah. Air tanah dapat kita bagi lagi
menjadi dua, yakni air tanah preatis dan air tanah artesis.
a. Air Tanah Preatis
Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air / impermeable.
Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air / impermeable.
b. Air Tanah Artesis
Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air.
Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air.
Total
volum air yang dialirkan dari daratan menuju lautan dapat berupa kombinasi
aliran air yang dapat terlihat dan aliran yang cukup besar di bawah permukaan
melalui bebatuan dan lapisan bawah tanah yang
disebut dengan zona hiporeik (hyporheic zone). Untuk
beberapa sungai dilembah-lembah yang besar, komponen aliran
yang "tidak terlihat" mungkin cukup besar dan melebihi aliran
permukaan. Zona hiporeik seringkali membentuk hubungan dinamis antara perairan
permukaan dengan perairan subpermukaan dengan saling memberi ketika salah satu
bagian kekurangan air. Hal ini terutama terjadi di area karst di mana lubang tempat
terbentuknya hubungan antara sungai bawah tanah dan sungai permukaan cukup
banyak.
Ketiadaannya air
bersih mengakibatkan adanya :
1.
Penyakit diare. Di Indonesia
diare merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi anak-anak dibawah umur
lima tahun. Sebanyak 13 juta anak-anak balitamengalami diare
setiap tahun. Air yang terkontaminasi dan pengetahuan yang kurang tentang
budaya hidup bersih ditenggarai menjadi akar permasalahan ini. Sementara itu
100 juta rakyat Indonesia tidak memiliki akses air bersih.
3.
Pemiskinan. Rumah tangga yang membeli air dari
para penjaja membayar dua kali hingga enam kali dari rata-rata yang dibayar
bulanan oleh mereka yang mempunyai sambungan saluran pribadi untuk volume air
yang hanya sepersepuluhnya
II.
Tujuan
a.
Untuk mengetahui proses pengolahan air keruh
menjadi air bersih
b. Untuk
mengetahui teknik-teknik yang digunakan dalam proses penjernihan air.
c. Mengetahui
langkah-langkah pembuatan alat penjernuhan air sederhana.
III.
Manfaat
a.
Manfaat teknologi penjernihan air sederhana
adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih, meningkatkan kesehatan masyarakat,
meningkatkan kesejahteraan hidup dan
membantu pelestarian alam, serta menghemat biaya.
b.
Alat
tersebut dapat digunakan untuk mengolah air gambut, air sungai atau air yang
mengandung zat besi yang cukup tinggi dengan biaya yang sangat murah. Peralatan
dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
c. Agar dapat mengembangkan
keterampilannya langsung di tempat praktikum dengan memahami cara kerja dan
metode yang di gunakan dalam praktikum.
BAB II
PEMBAHASAN
2. DESKRIPSI
KERJA
A.
ALAT
DAN BAHAN
1. Satu
paralon pipa besar (4 inci) = 1,5 meter/gentong
2. Pipa
3/4 = 40 cm
3. Sok
Draft dalam dan luar masing – masing 1
4. Pasir
halus setenga karung
5. Air
keruh
6. Arang
= 1 kantong
7. Ijuk
= gulung
8. Kerang
pipa = 3/4
9. Kerikil
kecil
10. Kerikil
besar pecahan / genteng
11. Lem
pipa
12. Solasi
pipa
B.
SUSUNAN
SPL
Dalam Susunan penyaringan air keruh ( penjernian air ), pada praktikum yang
kami lakukan pada SPL yaitu menggunakan
model sebaga berikut :
![]() |
C.
CARA
MEMBUAT
Persiapan alat dan bahan :
1. Siapkan pipa besar (4inci) = 1,5
meter, pipa ¾ = 40 cm, sok draf dalam dan luar, Pipa besar dilubangi dengan
tinggi 5cm, lubang pipa tersebut dipasang sok draf luar dan dalam pipa ¾ dan
krang air sehingga siap digunakan.
2.
Mencuci arang karbon, pasir, ijuk dan kerikil hingga bersih
dan air pada arang karbom, pasir, ijuk, dan kerikil tidak berwarna. Pasir
dicuci sampai 40 kali.
3.
Masukkan kedalam pipa penjernihan dengan tingkatan paling
bawah
- Ijuk 10cm
- Arang 15cm
- Ijuk 5cm
- Kerikil kecil 20cm
- Ijuk 5cm
- Pasir halus 30-70cm
- Kerikil kecil 10 cm
- Kerikil besar 20 cm
- Setelah semua bahan dan alat tersusun baik dan benar, lakukan penjernihan air dengan mengalirkan air limbah/ air keruh yang akan disaring kedalam pipa.
- Buka kran di pipa penjernian agar air mengalir secara perlahan
- Tunggu hingga air mengalir dan aliran air limbah/air keruh tersebut menjadi jernih.
- Penilaian dan pengamatan antara air limabah / air keruh dengan air jernih yang di hasilkan dari paratikum.
BAB
III
PEMBAHASAN
A. Sistem
Saringan Pasir Lambat
Teknologi saringan pasir lambat yang
banyak diterapkan di Indonesia biasanya adalah saringan pasir lambat
konvesional dengan arah aliran dari atas ke bawah (down flow), sehingga jika
kekeruhan air baku naik, terutama pada waktu hujan, maka sering terjadi penyumbatan
pada saringan pasir, sehingga perlu dilakukan pencucian secara manual dengan
cara mengeruk media pasirnya dan dicuci, setelah bersih dipasang lagi seperti
semula, sehingga memerlukan tenaga yang cucup banyak. Ditambah lagi dengan
faktor iklim di Indonesia yakni ada musim hujan air baku yang ada mempunyai
kekeruhan yang sangat tinggi. Hal inilah yang sering menyebabkan saringan pasir
lambat yang telah dibangun kurang berfungsi dengan baik, terutama pada musim
hujan.
Jika tingkat kekeruhan air bakunya cukup tinggi misalnya pada waktu musim
hujan, maka agar supaya beban saringan pasir lambat tidak telalu besar, maka
perlu dilengkapi dengan peralatan pengolahan pendahuluan misalnya bak
pengendapan awal atau saringan dengan media krrikil atau
batu pecah, dan pasir kwarsa / silika. Selanjutnya dari bak saringan awal, air
dialirkan ke bak saringan utama dengan arah aliran dari bawah ke atas . Air yang keluar dari bak saringan pasir tersebut merupakan air olahan dan
di alirkan ke bak penampung air bersih, selanjutnya didistribusikan ke konsumen
dengan cara gravitasi atau dengan memakai pompa.
B. Proses Saringan Pasir Lambat
Proses
penyaringan pada Saringan Pasir Lambat dilakukan secara fisika dan biologi.
Secara Fisika, partikel-partikel yang ada dalam sumber air yang keruh atau
kotor akan tertahan oleh lapisan pasir yang ada pada saringan. Secara biologi,
pada saringan akan terbentuk sebuah lapisan bakteri. Bakteri-bakteri dari genus
Pseudomonas dan Trichoderma akan tumbuh dan berkembang biak membentuk sebuah
lapisan khusus. Pada saat proses filtrasi dengan debit air lambat (100-200
liter/jam/m2 luas permukaan saringan), patogen yang tertahan oleh saringan akan
dimusnahkan oleh bakteri-bakteri tersebut.
C. Fungsi Material
1. Pasir
berfungsi sebagai penyaring lumpur hasil endapan
2. Krikil
berfungsi sebagai menahan lumpur
3. Ijuk
berfungsi sebagai menahan lumpur
4. Batok
koral berfungsi sebagai menghilangkan warna
5. Arang
batok berfungsi sebagai menghilangkan bau
D. Cara Kerja
Persiapan alat dan bahan :
8. Siapkan pipa besar (4inci) = 1,5
meter, pipa ¾ = 40 cm, sok draf dalam dan luar, Pipa besar dilubangi dengan
tinggi 5cm, lubang pipa tersebut dipasang sok draf luar dan dalam pipa ¾ dan
krang air sehingga siap digunakan.
9.
Mencuci arang karbon, pasir, ijuk dan kerikil hingga bersih
dan air pada arang karbom, pasir, ijuk, dan kerikil tidak berwarna. Pasir
dicuci sampai 40 kali.
10.
Masukkan kedalam pipa penjernihan dengan tingkatan paling
bawah
- Ijuk 10cm
- Arang 15cm
- Ijuk 5cm
- Kerikil kecil 20cm
- Ijuk 5cm
- Pasir halus 30-70cm
- Kerikil kecil 10 cm
- Kerikil besar 20 cm
- Setelah semua bahan dan alat tersusun baik dan benar, lakukan penjernihan air dengan mengalirkan air limbah/ air keruh yang akan disaring kedalam pipa.
- Buka kran di pipa penjernian agar air mengalir secara perlahan
- Tunggu hingga air mengalir dan aliran air limbah/air keruh tersebut menjadi jernih.
- Penilaian dan pengamatan antara air limabah / air keruh dengan air jernih yang di hasilkan dari paratikum.
E. Analisis Sampel Air Berdasarkan
Bau dan Hasil Pratikum
Air yang kami
jadikan sebagai sampel yaitu air keruh yang berwana kekuningan dan sedikit
berbau kaerna
mengalami pengendapan dan tidak mengalir. Air keruh tersebut kami gunakan untuk bahan praktikum
kelompok dan dari hasil praktikum yang kami lakukan, Ketika air keruh kami masukkan ke dalam alat penjernih air
sederhana. Maka tidak lain dan tidak bukan air yang keluar dari alat penjernih
air tersebut adalah air yang jauh lebih jernih dibandingkan yang semula. Hal
ini dikarenakan partikel-partikel suspensi yang membuat air menjadi keruh
ukurannya lebih besar dibandingkan kerapatan komponen-komponen penyaring dalam
alat penjernih air sederhana.
Air
yang keruh dan berbau tadi menjadi jernih dan tidak berbau. Hal tersebut JUGA dapat terjadi karena bahan dan alat yang
kami gunakan sesuai dengan apa yang di terapkan serta langkah – langkah pelaksanaan praktikumpun
berjalan sesuai dengan konsep SPL (saringan pasir lambat).
Dari hasil praktikum yang kami lakukan kami dapat
mengambil sebuah hasil yakni dapat mengetahui cara mudah melakukan penyaringan
air, dari air keruh menjadi bersih sehingga dapat di terapkan untuk pedesaan
yang belum di jangkau PAM. Lihat GAMBAR 1.1.

GAMBAR 1.1. hasil praktikum
kelompok 4,
air baku dan air hasil praktikum.
Keuntungan
- Air hasil penyaringan cukup bersih untuk keperluan rumah tangga.
- Membuatnya cukup mudah dan sederhana pemeliharaannya.
- Bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan di daerah pedesaan.
Kerugian
1.
Pemeliharaan memerlukan ketelitian dan cukup memakan waktu
seperti :
Pasir,
arang, ijuk, kerikil, dicuci sampai bersih/40kali
2. Tidak bisa digunakan untuk menyaring
air yang mengandung bahan-bahan kimia seperti air buangan dari pabrik, karena
cara ini hanya untuk menyaring air keruh, tapi bukan menyaring air yang
mengandung zat kimia tertentu.
3. Untuk keperluan air minum harus
dimasak terlebih dahulu sampai mendidih.
BAB
IV
PENUTUPAN
A.
Kesimpulan
. Alat penjernih air sederhana dapat
menghasilkan air jernih dari air keruh. Karena suspensi (air keruh) memiliki
partikel-partikel cukup besar dibandingkan kerapatan komponen-komponen alat
penjernih air sehingga kotoran tertinggal di dalamnya. Aspek yang paling
menarik dari sistem saringan pasir lambat adalah pengoperasiannya sederhana,
mudah dan murah. Apabila konstruksi saringan dirancang sesuai dengan kriteria
perencanaan, maka alat ini dapat menghasilkan hasil yang baik dan murah. Di
dalam proses saringan pasir lambat ini selain terjadi penyaringan secara fisik
juga terjadi proses biokimia. Mikroorganisme yang hidup dan menempel pada
permukaan media menyaring dapat menguraikan senyawa organik, amonium serta
senyawa mikro polutan lainnya. Selain itu dengan proses saringan pasir lambat
juga dapat menurunkan zat besi dan mangan yang ada dalam air baku.
B. Saran
Setelah kami melakukan praktik penjernihan air limbah, kami
mengatahui alat, bahan, dan cara penjernihan yang benar. Selain itu kami juga
mengetahui beberapa keuntungan dan kerugian yang ada sehingga sebaiknya kita
melaksanakan praktik dengan benar, dan sesuai peraturan sehingga hasil yang
kita dapat akan lebih maksimal dan dapat kita terapkan pada kehidupan
sehari-hari kita.
DAFTAR PUSTAKA
1. Bender, A.E. 1982. Dictionary Of
Nutrition And Food Technology. 6th
Edition.London : Butterworths.
2.
DitJen POM, DepKes RI, 1995. Farmakope Indonesia.
Edisi Kelima. Jakarta:
3.Annonimous, "Design
Criteria For Waterworks Facilities", Japan Water Works ssociation,
1978.
4. Sukardjo. 2010. Chemistry Bringing
Science to Your Life SMA/ MA Grade XI. Jakarta:Bailmu.
5.
Tambo, N., and Okasawara, K., "Jousui
no Gijutsu", Gihoudo Shuppan, Tokyo, 1992.
6. Viessman, W. JR.and
Hammer, "Water Supply And Pollution Control", Fourth Edition,
Harper & Row Publishers, New York, 1985.
DOKUMENTASI KELOMPOK 4
GAMBAR 1.2.
pemasangan alat praktikum

GAMBAR 1.3.
proses pencucian bahan praktikum


GAMBAR 1.5.
proses pemasangan bahan penjernihan air


Tidak ada komentar:
Posting Komentar